Setali Tiga Uang
(Smile, Eye Contact, Blocking)
Oleh: Aan Widhi Atma
Pandangi sambil tersenyum
Dekati sambil menyapa
Lalu…perhatikan apa yang terjadi!
Kayaknya kalimat yang terakhir sering terdengar deh…(he…he...)
Sudah menjadi role of the game bahwa untuk mendapat perhatian yang baik dari Audiens maka seorang pembicara harus mendahulukan sikap Proaktif. Tidak terlalu sulit, tetapi juga tidak sesederhana prakteknya. Banyak pembicara yang mengabaikan hal ini sehingga menghilangkan kesempatan meraih hati Audiens.
Smile
Anda harus melempar senyum dahulu kepada Audiens. Pernah memperhatikan sosok Andi Malarangeng? Perhatikan seni bicaranya saat diwawancarai pers, diskusi di Talk Show, hingga memberi laporan yang sifatnya genting saat menjabat sebagai Juru Bicara Kepresidenan. Selain kumis, ada satu ciri khas Andi yang sulit dilupakan. Apa itu? Ya, tentu saja, kekuatan senyumnya membuat setiap yang melihat dan mendengar informasi darinya menjadi nyaman dan tidak tegang. Serta, kehadiran kumis lebatnya pun menjadikannya terlihat manis. Ingat! Bagi Anda yang berkumis tebal seringlah tersenyum saat menyampaikan materi. Berikut tips senyum untuk Anda:
} Seringlah melihat senyum Anda di cermin.
Ini penting untuk mengukur apakah senyum Anda sudah manis terlihat atau sebaliknya.
} Senyum yang baik adalah rata kiri dan kanan.
Perhatikan apakah senyum anda sudah simetris?
} Saat memulai forum, lemparkan senyum Anda ke Audiens, dan perhatikan, pasti audiens membalas senyum Anda !
Eye Contact
Berhati-hatilah karena pandangan mata mewakili kejujuran hati dan salah satu cara mendeteksi kebohongan adalah dengan gerakan mata. Saya sering merasakan saat menyampaikan materi yang kurang saya pahami maka ada gerakan mata ke arah kanan atas yang menandakan otak saya sedang mencari database informasi tersebut. Berikut tips eye contact saat memulai berbicara:
} Hindari menatap INTIM kepada audiens.
Silakan nonton sinetron Indonesia, maka Anda akan tahu bagaimana menatap intim tersebut.
} Hindari melihat satu bagian tubuh saja.
Ini penting, agar audiens yang Anda lihat tidak merasa risih atau curiga. Coba bayangkan jika Anda yang dipandangi teling saja, hidung saja, rambut saja oleh orang lain, risih bukan?
} Tataplah tiap audiens dengan senyum maksimal 2 detik, jangan lama-lama kemudian berganti ke audiens yang lain.
Perpaduan senyum sambil memandang merupakan awal yang baik untuk menguasai panggung.
Berjalan mendekati Audiens adalah cara untuk mengakrabkan diri serta membuka pintu interaksi seluas mungkin. Kalau Anda penggemar acara Mario Teguh Golden Ways di Metro TV, perhatikan Blocking Skill Pak Mario yang sangat variatif. Dia berjalan mengelilingi arena seminar, sesekali mendekati audiens hingga sampai menyentuh pundak mereka dan bertanya langsung face to face, heart to heart, lalu perhatikan apa yang terjadi…!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar