Menguasai Panggung
Oleh: Aan Widhi Atma
Jika anda sudah naik panggung maka
jangan pernah sekali-kali terpikir untuk turun panggung.
Lanjutkan saja apapun kondisi hati, pikiran dan body Anda saat itu!
Judul ini agak sedikit narsis, terkesan sombong tapi biarlah dari pada harus turun panggung (he…he...)
Panggung adalah wilayah yang menjadi hak seorang pembicara. Panggung adalah area kekuasaan Anda. Anda dibolehkan melakukan apapun untuk memikat audiens. Pilihannya cuman 2 ! Menguasai atau dikuasai panggung. Kalau Anda menguasai panggung di awal sesi maka 90% keberhasilan sudah di tangan tetapi kalau sebaliknya, panggung yang mendikte diri Anda maka berhati-hatilah gejala demam panggung akan terus mengikuti Anda.
Jikalau Anda di panggung tiba-tiba sangat gugup, lupa kata-kata, gemetaran tiada henti, coba tenang sebentar – tarik nafas dalam-dalam dan lanjutkan kembali walaupun dengan kalimat yang tak tersusun rapi, alur yang gak nyambung, vocal tanpa intonasi, yang penting kuncinya “JANGAN PERNAH TURUN PANGGUNG!”.
Lantas, bagaimana caranya agar kita bisa menguasai panggung?
Anda harus nyaman dengan tempat Anda berbicara
Bersyukur sekali jika kita bisa datang ke lokasi sebelum acara berlangsung. Anda bisa berdiri ditengah podium, mengelilingi bangku-bangku peserta, mengukur seberapa kuat teriakan Anda hingga mengecek sound system yang ada.
Namun, kalau tidak ada waktu, maka segera kontak panitia dan minta mereka untuk menceritakan secara detail tentang lokasinya, jumlah peserta, background audiens, dll. Dengan demikian Anda sudah bisa memvisualisasikan kondisinya tanpa harus melihatnya langsung.
Anda harus nyaman berada ditengah-tengah Audiens
Mulai sekarang, Anda harus mengakrabkan diri dengan segala jenis wajah apapun. Mengapa tolok ukurnya wajah? Kerap kali suasana hati kita dipengaruhi oleh wajah audiens. Saya sering diresahkan dengan wajah peserta yang tidak pernah senyum sejak awal hingga pertengahan training, namun diakhir sesi dia yang paling antusias untuk berdiskusi. Ternyata pembawaan facenya memang begitu tidak bisa diubah. Harap maklum..he..he..
Audiens pun harus nyaman dengan kehadiran Anda.
Mungkin Anda pernah merasakan saat mengikuti training atau seminar, dikala pembicara memasuki ruangan, padahal belum sempat berbicara, kita sudah merasa nyaman terlebih dahulu? Mengapa bisa demikian? Saya beritahu rahasianya, pertama, pembicara tersebut sudah mengedifikasi dirinya dengan sempurna melalui brosur, iklan dan media publikasi lainnya, sehingga kita sudah terhipnotis duluan. Kedua, menyapa dengan senyuman tulus dan pakaian yang rapi (menggunakan jas dan dasi). Mengapa tampilan luar begitu penting? Karena itulah cara kita menghargai Audiens. Tidak mungkin di forum yang resmi kita memakai baju kaos lengkap dengan sandal pantai, atau memakai kaca mata hitam plus celana pendek. Oleh karena itu hargai forum tempat Anda berbicara. Senyum tulus juga berperan penting untuk menyapa lewat hati. Dengan cara itu, Anda sudah menempatkan hati mereka pada posisi ueeeenak…

Tidak ada komentar:
Posting Komentar